Seperti cerita saya sebelumnya pada post saya yang berjudul Malam Di Hutan Ritus Liang ( Ritual Purung Taliang Marapu ), ini kelanjutan ceritanya. Setelah menginap di hutan ritus dan pagi - pagi mengambil air, dilanjutkan dengan memasak persembahan atau sesajian / sesajen sebagai persyaratan pengantar doa - doa. Persembahan yang disiapkan nasi kuning atau tumpeng hanya saja proses pengolahan dan memasak tumpeng khusus ini berada dalam kotak yang dibuat dari kayu dan ditutupi oleh beberapa lembar kain. Mengapa harus ditutup ? ternyata proses pemasakan ini tidak dapat disaksikan oleh orang atau hanya Rato saja yang di perbolehkan melihat proses memasak atau pembuatan tumpeng ini. Berikut ini adalah foto persiapan kotak kain yang nantinya digunakan sebagai tempat memasak tumpeng yang tidak boleh dilihat proses pembuatanya.
blog ini saya buat hanya untuk menyalurkan hobi dengan tulisan - tulisan yang ringan dan saya anggap menarik dari hal - hal yang saya alami sehari - hari dan sebagian informasi saya ambil dari hasil brosing, untuk berbagi ....
Sunday, October 14, 2012
Saturday, October 13, 2012
Malam Di Hutan Ritus Liang ( Ritual Purung Taliang Marapu )
Ritual ini dimulai dari jam 12 siang tanggal 08 Oktober 2012, dengan upacara di kampung dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Hutan Ritus Liang dalam rangkaian Ritual Purung Taliang Marapu. Kini telah sampai di dalam hutan Ritus dan tepat berada di lokasi Gua atau liang tempat penyimpanan Batu Petir.
Ritual dilanjutkan dengan beristirahat sebentar dan para wanita menari diiringi dengan tabuhan suara gong. Dan selanjutnya seorang Rato melakukan ritual di sebuah mata air dan mengambil air yang nantinya digunakan untuk memadikan batu petir.
Ini adalah foto seorang Rato yang berjalan menuju mata air dengan membawa sirih dan pinang sebagai sesajen dan melakukan ritual di sebuah mata air kecil.
Friday, October 12, 2012
Ritual Purung Taliang Marapu
Ritual Purung Taliang Marapu adalah ritual yang dilaksanakan di Kabupaten Sumba Tengah setiap 1 Tahun sekali. Ritual ini secara garis besar adalah prosesi perjalanan ke gua tempat penyimpanan beberapa batu petir dan dengan diadakan ritual ini agar batu petir tersebut dapat dimandikan setahun sekali sebagai batu keramat. Serta mendoakan untuk keselamatan seluruh kampung dan desa. Ritual ini masih sangat sakral dan asli serta sangat sedikit informasi dan foto yang dimiliki mengingat sangat keramat ( Pamalinya ). Saya sangat bersyukur dapat mengabadikan prosesi ini dengan cukup lengkap, berkat bantuan sahabat saya Umbu Yagu Bolu.
Ritual Purung Taliang Marapu
Desa : Umbu Pabal
Kecamatan : Umbu Ratu Nggay
Kampung : Kamba Jawa - Deri
Tanggal : Senin, 08 Oktober sampai dengan Selasa, 09 Oktober 2012
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Sumba Tengah, Waibakul : 7 - 10 km
Jarak dari Ibukota Kabupaten Sumba Barat, Waikabubak : 30 - 35 km
Sunday, September 30, 2012
Motif kain tenun sulam Sumba Barat
Kain tenun Sumba Barat baik berupa kain panjang dan sarung, selain tenun ikat ada juga tenun sulam yang sangat diminati baik masyarakat maupun para wisatawan. Kain sulam ini berbeda dengan motif sumba timur yang biasanya menggunakan motif hewan seperti ayam, udang atau kuda.
Saturday, September 29, 2012
Eksotik Pantai Aili Berpasir Putih
Pantai Aili ( Konda Maloba ) terletak di Kabupaten Sumba Tengah dengan jarak kurang lebih 25 Km dari Ibu Kota Kabupaten Sumba Tengah Waibakul. Pantai ini memang masih sangat asri dan alami, mengingat jarak nya yang cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten induk Sumba Barat, Waikabubak yaitu sekitar 50 Km. Selain itu pula akses jalan yang masih belum memadai sehingga untuk mencapai pantai ini haruslah menggunakan kendaraan berpenggerak 4 x 4 atau 4WD atau dengan mengendarai sepeda motor. Pantai yang sangat indah ini memiliki pasir yang putih bersih bebas dari sampah plastik, serta air yang sangat bening.
Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah saat ini sedang berupaya membangun fasilitas atau insfrastruktur jalan yang memadai demi akses masyarakat kepantai Aili ini yang masih satu garis pantai dengan Pantai Konda dan Pantai Maloba. Apa lagi dengan potensi wilayah yang kaya akan hasil laut dan potensi pemancingan dan wisata laut.
Thursday, September 13, 2012
Paguyuban Alor - Ombay di Sumba Barat
Masih dalam rangka merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia Pemda Sumba Barat mengadaan
Karnaval Seni dan Budaya yang dilanjutkan dengan Pameran Pembangunan Tahun 2012. Karnaval ini diikuti oleh berbagai suku dan etnis yang berada di Kabupaten Sumba Barat, diantaranya Jawa, Bali, Lombok, Bima, Ngada, Alor dan masih banyak lagi. Para perantau ini ( sebut saja begitu ) yang telah lama menetap di Sumba Barat dan bahkan telah terjadi pembauran dari segi kawin -mawin biasanya tergabung dalan suatu perkumpulan atau paguyuban sebagai wadah silaturahmi antara sesama anggota paguyuban maupun dengan masyarakat Sumba. Dengan partisipasi berbagai paguyuban suku maka diharapkan semakin mepererat tali persaudaraan dalam perbedaan. Nah ... ini ada beberapa foto ketika Karnaval di Kab. Sumba Barat dalam rangka Hut RI ke 67 Tahun 2012.
![]() |
Paguyuban Alor - Ombay ( Sumba Barat ) |
Friday, September 7, 2012
Nice People and Ethnicity Waikabubak
Subscribe to:
Posts (Atom)