Wednesday, August 8, 2012

Gerbang Matra Gereja Kristen Sumba Waibakul

Apa Sih arti MATRA ? sy coba tanya kepada beberapa teman tentang gerbang ini, ternyata tidak ada yang tau artinya. Cari referensi di dunia maya yanga saya anggap mumpuni ternyata infonya juga sangat minim. Ini cuma dapat definisinya ... ... 

matra mat.ra
[n] (1) ukuran tinggi, panjang, atau lebar; dimensi; 
(2) ukuran banyaknya tekanan irama (dl musik); 
(3) Sas bagan yg dipakai dl penyusunan baris sajak yg berhubungan dng jumlah, panjang, atau
tekanan suku kata. 

 
Gereja Kristen Sumba ( GKS ) Jemaat Waibakul
Kabupaten Sumba Tengah 


Gerbang Matra 

Jadi Gerbang Matra artinya apa dong ? .... 
Hah ... Bingung juga ya ... sabar cari - cari info dulu ....
Ha ... setelah tanya - tanya, akhirnya dapat sedikit informasi ... 

Gerbang Matra artinya gerbang ukuran, yang mana gerbang ini memiliki bentuk segitiga sama sisi. Menurut cerita pak Yance, Segitiga sama sisi ini melambangkan Tritunggal ( Allah Bapa, Anak, Roh Kudus ). Gerbang ini dibuat dan didesain oleh seorang Guru dan Seniman yang bernama Bapak Kabubu Palandima. 


Gerbang ini sangat sarat dengan simbol dan makna Kristen atau Gerejawi misalnya pagar yang menyerupai orang bergandengan tangan itu melambangkan Warga Jemaat Gereja yang bersama - sama ( menurut saya " terlihat seperti laki - laki dan perempuan sedang bergandengan tangan " ). Ada juga lambang burung merpati putih, salib, mahkota duri yang melambangkan Yesus Kristus. Serta lambang 5 roti dan 2 ikan yang melambangkan kisah Yesus memberi makan 5.000 orang, lambang Gereja Kisten Sumba yaitu kisah kesatria berkuda putih yang terdapat pada Kitab Wahyu 6 : ayat 2, dan terakhir lambang Alkitab dan sebuah pena bulu yaitu lambang pekabaran Injil. 




Sayangnya Gerbang ini terlalu dekat dengan Jalan Negara dan kemungkinan suatu saat dapat tergusur pelebaran jalan dan karya Kabubu Palandima ini mungkin tidak dapat dilihat lagi sehingga mungkin akan kita / generasi berikutnya akan lupa bahwa GKS Waibakul pernah punya Gerbang Matra.


Sunday, July 1, 2012

Pacuan Kuda, Kabupaten Sumba Barat 2012

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan menonton Pacuan Kuda atau Balap Kuda yang diselenggarakan di Kab. Sumba Barat. Ya iseng – iseng saja ... Gelora Padaeweta nama lapangan pacuannya, sekitar 2,5 km dari terminal atau pusat kota Waikabubak. Perserta yang mengikuti pertandingan ini meliputi 4 Kabupaten yaitu Sumba Barat, Tengah, Barat Daya, dan Sumba Timur. Dengan mengendarai sepeda motor saya sampai sekitar pukul 10.00 wita. Ternyata agak sepi ya apa sudah selesai “ sy bertanya – tanya dalam hati “. Tiket masuk pun sudah tidak diberlakukan lagi, pada hal katanya sih kalo mau masuk lapangan pacuan harus bayar ... 

Lapangan Pacuan Kuda Gelora Padaeweta 


Walaupun demikian saya tetap masuk melalui pintu utama, dan mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan melihat – lihat. Pacuan Kuda hari sabtu, 30 Juni 2012 kemarin, eh ternyata di hadiri oleh Bapak Bupati Sumba Barat dan Bapak Gubernur NTT juga lo ... sabtu kemarin itu adalah final dan saya hanya berkesempatan melihat pertandingan terakhir di Kelas B.


Lapangan Pacuan Gelora Padaeweta memang cukup memadai terdapat tempat duduk penonton dan tempat Vip bagi para tamu Khusus. Terlihat dikejauhan para joki ( penunggang kuda ) dan pemilik kuda sibuk mempersiapkan kuda mereka di garis start ( gate ). Cukup lama menunggu, memang saja karena masih tradisional, maka balap kuda di sumba ini tidak terlalih menggunakan gate ... sehingga ada kuda yang sulit di ajak masuk gate, bahkan Penungganya pun anak – anak dan tidak mengenakan pelana kuda layaknya penunggang kuda profesional. Kuda yang sulit diajak masuk gate ini sempat meronta dan terjatuh bersama dengan joki ( Penunggangnya ).



Suasana Pacuan Kuda Sumba Barat 2012 

Akhirnya setelah beberapa saat kuda pun di lepas dari 4 kuda yang bertanding hanya 3 Kuda yang start dengan baik. Seru sekali, para penonton berteriak – teriak mendukung kuda jagoannya masing – masing agar menang. Hanya 1 putaran, lomba pacuan kuda ini berakhir dan dimenangkan oleh Kuda dengan nama : Rambu Pamalar, Nama pemilik : Umbu Mehang. Kuda berban biru ini memang sejak start telah memimpin.

Usai pertandingan panitia mengumumkan agar pemenang 1 – 4 untuk menghubungi panitia, untuk menerima piala dan hadiah serta bonus yang disediakan oleh Bapak Gubernur NTT, dalam perlombaan Pacuan Kuda ini. Kuda yang menang, dikenakan kain tenun Sumba sebagai rasa penghargaan terhadap kudanya oleh pemilik. Memang Kuda pacu di Sumba bukan sekedar olahraga saja tetapi juga ada penghargaan tersendiri dan kedudukan sosial tersendiri bagi pemilik kuda pacu.


Kuda Juara 2 Klass B 


Kuda juara di kenakan kain tenun dan selendang, selain untuk memperindah juga sebagai penghargaan pemilik kuda kepada kuda Kesayangannya.

Kuda Juara 1 Klass B 

Nama Kuda : Rambu Pamalar
Nama Pemilik : Umbu Mehang

Jika anda penyuka Kuda atau kebetulan sedang berlibur di Sumba ada baiknya jika dapat melihat perlombaan Pacuan Kuda yang biasanya diadakan satu Tahun sekali. Pulau Sumba memang terkenal dengan ketangguhan Kudanya. Semoga Olah Raga Berkuda di Sumba semakin maju ...

Monday, May 21, 2012

Tangki baru buat New Mega Pro datang

Setelah sekian lama menunggu akhirnya tangki baru buat motor ku datang juga .... dikirim dengan menggunakan Box kayu ... agar tidak rusak selama pengiriman .... Senang sudah tinggal ganti tangki lama yang sudah bocor dan di las juga dengan yang baru. Baca posting sebelumnya di : http://hjf-ringan.blogspot.com/2012/02/honda-new-megapro-ku-bocor-tangkinya.html waktu kecewa tangkinya bocor ... nih fotonya ketika tangki saya baru dilepas untuk di las ...

Tangki New Mega Pro dilepas untuk di las karena dah banyak bocornya
tuh liat aja bekas tambalan dengan lem besi.

Saturday, March 17, 2012

Pohon Mengkudu, berikan manfaat buah mu


Buah mengkudu  mungkin sudah sering kita dengar, bahkan ada jamu instan mengkudu baik kapsul atau serbuk mengingat khasiatnya yang sangat baik buat tubuh. Mengkudu merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah dataran rendah. Tanaman ini memiliki buah berwarna hijau dengan bentuk bulat lonjong dan ada bintil-bintil di permukaannya. Tinggi tanaman mengkudu ini sekitar 3-8 meter. Seperti foto berikut ini ...


Mengkudu bagi masyarakat Sumba sudah tidak asing lagi karena telah turun temurun akar mengkudu  digunakan sebagai bahan dasar dalam proses pewarnaan kain tenun ikat Sumba. Hanya saja mengkudu yang digunakan mengkudu hutan dan biasa di sebut dalam bahasa daerah sumba Kombu.
Buah mengkudu sangat baik untuk pengobatan herbal, berbagai penelitian telah dilakukan berdasarkan  jurnal Cancer Letter pada tahun 1993 mengenai manfaat buah mengkudu menyebutkan bahwa beberapa peneliti Jepang dari The Institute of Biomedical Sciences dan Keio University telah melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman. Para peneliti itu menyimpulkan bahwa dalam buah mengkudu terdapat kandungan zat antikanker (damnacanthal).

Tuesday, March 13, 2012

Dapur Hidup

Kali ini saya mau nulis tentang urusan dapur ..... Mungkin kita sudah jarang mendengar istilah yang satu ini, DAPUR HIDUP. Apaan sih ? ... Dulu ketika saya masih kecil istilah ini sangat kerap dan akrap ditelinga. Dapur Hidup yaitu suatu cara pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan sekitar rumah untuk menanam tanaman yang merupakan tanaman – tanaman kebutuhan dapur. Sehingga kita tidak perlu kepasar atau warung untuk membelinya selagi masih ada hasil dari kebun kecil yang kita tanam dan rawat di areal pekarangan rumah.

Selain  itu menanam kebutuhan dapur di pekarangan rumah, sungguh dapat sangat menyenangkan karena dapat menjadi penyaluran hobi atau sekedar refreshing untuk menyegarkan mata dan badan  setelah lelah bekerja dan tentunya manfaat hasil dari tanaman tersebut  yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari – hari di dapur. Contoh tanaman dapur adalah lombok atau cabai siapa yang tidak mengenal dan menggunakannya, atau dapur mana yang tidak tersedia salah satu bumbu dapur ini. Lombok dan garam adalah hal wajib tersedia di dapur. Jadi, mengapa kita tidak mengupayakan menanam cabai / lombok ini di areal pekarangan rumah tentunya sangat ekonomis dan sehat karena tidak mengandung bahan kimia seperti pestisida ( Organik ), serta ramah lingkungan. Harga cabai pun cukup mahal bukan ? ....

Saturday, February 25, 2012

Honda New Megapro KU Bocor tangkinya

Setelah membaca beberapa artikel dan tulisan di dunia maya, ternyata banyak juga yang mempunyai masalah dengan tangki new megapro yang cepat sekali keropos.
Hal ini mendorong saya untuk membagikan pengalaman tentang hal ini. Kebetulan saya adalah pemilik kendaraan berlambang sayap tersebut.
Awal mulanya motor ini saya beli tahun 2006 lalu .... untuk saya gunakan sehari – hari dari kos ketempat kerja di Semarang, dan seminggu sekali ke Wonogiri mudik hehehe....
Nih kondisi waktu baru beli dulu tahun 2006
Ketika beli dulu sempat sih milih – milih dan bandingkan dengan motor – motor lainnya yang kira – kira sekelas lah menurut saya ....

Sempat liat – liat Yamaha Scorpio, dan Vixion cuma waktu itu yamaha scorpio saya anggap kegedean buat saya yang agak kecil badannya sedangkan vixion waktu itu kalo mau harus inden jadi saya beralih ke Honda Tiger dan New Megapro. Nah Tiger juga kegedean apalagi dengar dari teman – teman mengatakan onderdilnya mahal . . . jadilah ke New Mega Pro waktu itu minatnya ke motor laki, karena rasanya gagah dan tenaganya diatas motor bebek mungkin ....

New megapro bagus  bodinya saya suka, tidak terlalu besar dan mesinya masih sejenis GL Pro jadi bengkel biasa dan teman saya dah biasa nangani kalo ada masalah. Dengan pertimbangan tersebut jadilah beli New Megapro... apalagi onderdilnya banyak bertebaran tinggal beli di bengkel kecil juga ada mau ori ato tidak tergantung kocek aja ...

Friday, January 6, 2012

Pemandangan Jembatan Lowa

Pemandangan dari jembatan .... hmmm... bisa dibayangkan pasti air keruh dan kotor seperti diperkotaan. Berbeda dengan Sumba, jembatan lowa ini pemandangannya cukup indah dengan air yang sangat bening. Jembatan ini terletak di Kabupaten Sumba Tengah, jalan menuju Lowa atau Maradesa. 
Kebetulan lewat eh.. pemandangan bagus jadi diabadikan saja ... Foto ini saya ambil ketika melakukan perjalanan dari Waibakul ( Ibu kota Kabupaten Sumba Tengah ) menuju Manggewar dan Maradesa. Walau pun ada penambangan pasir oleh masyarakat sekitar, tetapi dengan cara yang tidak merusak alam maka pemandangan ini akan terus terjaga dengan baik. 
Lokasi ini sangat baik dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat ketika melakukan perjalanan, atau bisa juga digunakan sebagai tempat untuk menikmati bekal perjalanan yang telah dibawa sungguh sangat menyenangkan, ditambah dengan suasana hijau dan rimbunnya pohon dapat menjadi peneduh ketika menikmati makanan dan beristirahat di perjalanan. Mengobrol dengan masyarakat dan penambang pasir sekedar berbagi rokok, cerita dan pengalaman ... ... 

Ini ada beberapa foto situasi di jembatan lowa ...