Kain tenun Sumba Barat baik berupa kain panjang dan sarung, selain tenun ikat ada juga tenun sulam yang sangat diminati baik masyarakat maupun para wisatawan. Kain sulam ini berbeda dengan motif sumba timur yang biasanya menggunakan motif hewan seperti ayam, udang atau kuda.
blog ini saya buat hanya untuk menyalurkan hobi dengan tulisan - tulisan yang ringan dan saya anggap menarik dari hal - hal yang saya alami sehari - hari dan sebagian informasi saya ambil dari hasil brosing, untuk berbagi ....
Sunday, September 30, 2012
Saturday, September 29, 2012
Eksotik Pantai Aili Berpasir Putih
Pantai Aili ( Konda Maloba ) terletak di Kabupaten Sumba Tengah dengan jarak kurang lebih 25 Km dari Ibu Kota Kabupaten Sumba Tengah Waibakul. Pantai ini memang masih sangat asri dan alami, mengingat jarak nya yang cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten induk Sumba Barat, Waikabubak yaitu sekitar 50 Km. Selain itu pula akses jalan yang masih belum memadai sehingga untuk mencapai pantai ini haruslah menggunakan kendaraan berpenggerak 4 x 4 atau 4WD atau dengan mengendarai sepeda motor. Pantai yang sangat indah ini memiliki pasir yang putih bersih bebas dari sampah plastik, serta air yang sangat bening.
Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah saat ini sedang berupaya membangun fasilitas atau insfrastruktur jalan yang memadai demi akses masyarakat kepantai Aili ini yang masih satu garis pantai dengan Pantai Konda dan Pantai Maloba. Apa lagi dengan potensi wilayah yang kaya akan hasil laut dan potensi pemancingan dan wisata laut.
Thursday, September 13, 2012
Paguyuban Alor - Ombay di Sumba Barat
Masih dalam rangka merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia Pemda Sumba Barat mengadaan
Karnaval Seni dan Budaya yang dilanjutkan dengan Pameran Pembangunan Tahun 2012. Karnaval ini diikuti oleh berbagai suku dan etnis yang berada di Kabupaten Sumba Barat, diantaranya Jawa, Bali, Lombok, Bima, Ngada, Alor dan masih banyak lagi. Para perantau ini ( sebut saja begitu ) yang telah lama menetap di Sumba Barat dan bahkan telah terjadi pembauran dari segi kawin -mawin biasanya tergabung dalan suatu perkumpulan atau paguyuban sebagai wadah silaturahmi antara sesama anggota paguyuban maupun dengan masyarakat Sumba. Dengan partisipasi berbagai paguyuban suku maka diharapkan semakin mepererat tali persaudaraan dalam perbedaan. Nah ... ini ada beberapa foto ketika Karnaval di Kab. Sumba Barat dalam rangka Hut RI ke 67 Tahun 2012.
![]() |
Paguyuban Alor - Ombay ( Sumba Barat ) |
Friday, September 7, 2012
Nice People and Ethnicity Waikabubak
Sunday, September 2, 2012
Karnaval Memperingati Hut RI 67 Kab. Sumba Barat 2012
Saya sangat senang dengan kegiatan potret memotret, walaupun bisa dikata saya masih amatiran karena cara dan teknik pengambilan gambar sangat sederhana. Hari ini sedang diselenggarakannya Karnaval oleh karena itu banyak sekali moment yang dapat saya abadikan dengan mengandalkan kamera kecil yang saya bawa ketika menyaksikan Karnaval yang dilaksakan dalam rangka merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia pokoknya foto sampai batre kamera habis .... Budaya Sumba tidak kalah dengan budaya daerah pariwisata lainnya di Indonesia ... khususnya untuk nuansa megalitik dan etniknya. Berikut ini beberapa gambar yang dapat saya abadikan ... saat Karnaval Kabupaten Sumba Barat hari ini benar - benar kumpulan foto - foto budaya, etnik deh :
![]() |
Karnaval HUT RI 67 Kab. Sumba Barat Drum Band SMA Kristen Waikabubak |
Diawali dengan mobil patroli Polisi Lalulintas lalu barisan Drum Band dari SMA Kristen Waikabubak, selanjutnya peserta Karnaval dari berbagai Kecamatan, etnis dan Instansi yang turut ambil bagian. Nah berikut ini adalah kontinyen / Rombongan Karnaval yang turut ambil bagian dalam rangka merayakan Kemerdekaan NKRI.
1. Kontingen Kabupaten Sumba Barat.
Terdapat penari wanita, dan kesatria Sumba.
![]() |
Karnaval HUT RI 67
Kab. Sumba Barat Peserta Karnaval Kontingen Sumba Barat |
Friday, August 31, 2012
Gereja Kristen Sumba Waikabubak dan Lapangan Manda Elu
Saya masih ingat bagaimana bangunan lama dari Gereja Kristen Sumba Waikabubak ini, memang GKS pusat ini ( biasa disebut demikian ) tepat berada di Jantung Kota Waikabubak, dan sudah merupakan ikon bersama dengan Lapangan Manda Elu, serta Rumah Sakit Lende Moripa. Lebih dari 10 thn lalu Gereja ini rombak total menjadi seperti sekarang.

Sedikit kisah tentang Gereja Kristen Sumba
Menurut http://www.pgi.or.id, Gereja Kristen Sumba ( GKS ) lahir pada Sidang Sinode yang pertama yaitu pada tanggal 15 Januari 1947. Gereja Kristen Sumba merupakan hasil Pekabaran Injil dari Zending GKN sejak tahun 1881.
Sejarah Pekabaran Injil di Sumba dapat dibagi dalam 3 periode, yaitu:
1. Periode perintisan (1881-1902);
2. Periode pelatakan dasar (1902-1947).
3. Periode berdiri sendiri (1947-sekarang).
Gereja Kristen Sumba ( GKS ) Waikabubak
Gereja Kristen Sumba ( GKS ) Waikabubak
Sejak berdiri sendiri, GKS mengalami berbagai dinamika dalam pelayanannya, terutama dalam bidang dana, daya dan teologia, khususnya dalam tahap-tahap awal yang masih sangat banyak tergantung kepada GKN. Namun secara bertahap bantuan GKN ( Gereformeerde Kerken in Nederland ) dapat dikurangi, dan GKS menggalang potensi warga jemaat sendiri dalam pekerjaan misi pelayanan. GKS tidak hanya melakukan PI, tetapi juga turut serta mengembangkan pendidikan, kesehatan, dan mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti pertanian.
Lapangan Manda Elu
Tepat di depan Gereja ini terdapat Lapangan Mandaelu dan Rumah Sakit Kristen Lende Moripa. Sama halnya dengan Gereja, Lapangan Manda Elu merupakan ikon Kota. Lapangan ini erat kaitannya dengan segala kegiatan Kota Waikabubak, berbagai event dilaksanakan disini seperti pameran dan Konser. Sayangnya lapangan ini kurang terawat karena belum adanya petugas kebersihan.

Lapangan ini cukup baik digunakan untuk berolah raga, duduk - duduk atau sekedar jalan 2. Tepat disamping lapangan tersedia warung yang berdagang minuman, mie, serta kopi, dan rujak sehingga kita dapat menikmati minuman atau camilan sambil duduk - duduk.
Depan Rumah Sakit Kristen Lende Moripa
Lapangan Manda Elu sisi Utara

Sedikit kisah tentang Gereja Kristen Sumba
Menurut http://www.pgi.or.id, Gereja Kristen Sumba ( GKS ) lahir pada Sidang Sinode yang pertama yaitu pada tanggal 15 Januari 1947. Gereja Kristen Sumba merupakan hasil Pekabaran Injil dari Zending GKN sejak tahun 1881.
Sejarah Pekabaran Injil di Sumba dapat dibagi dalam 3 periode, yaitu:
1. Periode perintisan (1881-1902);
2. Periode pelatakan dasar (1902-1947).
3. Periode berdiri sendiri (1947-sekarang).

Gereja Kristen Sumba ( GKS ) Waikabubak

Gereja Kristen Sumba ( GKS ) Waikabubak
Sejak berdiri sendiri, GKS mengalami berbagai dinamika dalam pelayanannya, terutama dalam bidang dana, daya dan teologia, khususnya dalam tahap-tahap awal yang masih sangat banyak tergantung kepada GKN. Namun secara bertahap bantuan GKN ( Gereformeerde Kerken in Nederland ) dapat dikurangi, dan GKS menggalang potensi warga jemaat sendiri dalam pekerjaan misi pelayanan. GKS tidak hanya melakukan PI, tetapi juga turut serta mengembangkan pendidikan, kesehatan, dan mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti pertanian.
Lapangan Manda Elu
Tepat di depan Gereja ini terdapat Lapangan Mandaelu dan Rumah Sakit Kristen Lende Moripa. Sama halnya dengan Gereja, Lapangan Manda Elu merupakan ikon Kota. Lapangan ini erat kaitannya dengan segala kegiatan Kota Waikabubak, berbagai event dilaksanakan disini seperti pameran dan Konser. Sayangnya lapangan ini kurang terawat karena belum adanya petugas kebersihan.

Lapangan ini cukup baik digunakan untuk berolah raga, duduk - duduk atau sekedar jalan 2. Tepat disamping lapangan tersedia warung yang berdagang minuman, mie, serta kopi, dan rujak sehingga kita dapat menikmati minuman atau camilan sambil duduk - duduk.

Depan Rumah Sakit Kristen Lende Moripa

Lapangan Manda Elu sisi Utara
Karnaval Hut RI 67 Kabupaten Sumba Tengah
Kembali kita merayakan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 67. Kali ini Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengadakan karnaval yang di ikuti oleh berbagai unsur dengan berpakaian tradisional sumba dan sebagainya.
![]() |
Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih dan Polisi Cilik |
Subscribe to:
Posts (Atom)